Y2F.Media — Gelaran Gathering Nasional (Gathnas) Turun Tangan 2025 pekan kedua menjadi ajang berbagi rahasia sukses gerakan kemanusiaan. Bang Ferry Suranto, General Manager National Branch Management dari Human Initiative, berbagi wawasan kritis mengenai cara membangun keterlibatan publik (Public Engagement) yang kuat dan mengelola sistem relawan (Volunteer Management) secara efektif.
Isu Kemanusiaan: Bukan Soal Minta, Tapi Mengajak yang Tepat
Dalam sesinya, Bang Ferry Suranto mengungkap sebuah filosofi fundraising yang terbukti efektif. Ia menceritakan bagaimana isu kemanusiaan, seperti stunting, berhasil menarik kontribusi besar dari kalangan yang tidak terduga, seperti para pemain golf.
“Wakil Gubernur datang, swasta datang… Dan alhamdulillah sekali main, tahu nggak kontribusinya berapa? Daftarnya aja dua setengah juta. Dan kita dapat 500 juta,” ungkap Bang Ferry, merujuk pada acara golf amal tersebut. Ia menegaskan, approach harus efektif, yaitu “mengajaknya orang yang punya duit” dan menyampaikan tujuan yang jelas.
Mulai dari Lingkaran Terdekat dan Aksi Kecil
Namun, strategi tidak hanya berhenti pada kalangan elite. Bang Ferry menekankan bahwa gerakan kemanusiaan adalah tentang merawat kepercayaan publik dan mengorganisir relawan agar siap kapan pun dibutuhkan. Ia mengajak para relawan untuk melihat bahwa perubahan dimulai dari lingkungan terdekat.
“Tidak harus tadi, pengen gerakan besar jadi harus kita deketin orang-orang besar, nggak juga. Yang terdekat dari kita,” tegasnya. Bang Ferry juga mencontohkan bagaimana aksi kecil, seperti anak-anak SD yang ikut menjadi badarwara (relawan) dan mengumpulkan sampah di selokan sekolah, bisa menjadi sesuatu yang berdampak besar. Kuncinya adalah intensitas, tujuan yang jelas, dan adanya yang memulai (engage).








