Y2F.Media — Kabar mengejutkan datang dari markas Meta. Platform media sosial Instagram dikabarkan telah melakukan perombakan signifikan pada algoritma Reels. Perubahan total ini diprediksi akan mengubah lanskap konten kreator dan strategi branding di Instagram, memaksa pengguna untuk segera beradaptasi.
Algoritma Reels adalah kunci utama yang menentukan seberapa jauh jangkauan (reach) sebuah video. Dengan perubahan ini, video yang dulunya viral bisa jadi mendadak tenggelam, sementara konten yang sebelumnya biasa saja justru bisa meledak. Ini adalah tantangan besar bagi para kreator yang hidup dari interaksi dan jumlah views.
Pengamat digital memprediksi, perombakan ini kemungkinan besar berfokus pada kualitas interaksi yang lebih dalam daripada sekadar views mentah. Save (menyimpan video), share (membagikan), dan komentar yang panjang mungkin akan dinilai lebih tinggi daripada sekadar like atau scroll cepat. Instagram tampaknya ingin mendorong konten yang insightful dan mampu memicu diskusi.
Bagi para kreator dan pemilik bisnis, ini adalah waktu kritis untuk mengevaluasi strategi konten. Mengandalkan formula lama hanya akan berisiko membuat akun stagnan.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis performa akun pasca-perubahan algoritma. Apakah waktu unggah memengaruhi reach? Apakah jenis musik atau filter tertentu sudah tidak relevan? Kemudian, kreator harus fokus pada produksi konten yang memberikan value lebih, baik berupa edukasi, solusi, atau hiburan yang unik.
Kreator didorong untuk berani bereksperimen dengan durasi, hook di awal video, dan tentu saja, mengajak audiens untuk berinteraksi lebih dalam, misalnya dengan meninggalkan pertanyaan yang memancing komentar. Siapa yang cepat beradaptasi dengan ritme algoritma baru ini, dia yang akan memenangkan pertarungan di Reels.







