Y2F.Media — Banyak pengguna smartphone sering mengeluhkan perangkat mereka yang mulai melambat, padahal secara fisik tidak ada kerusakan dan penggunaan terasa normal seperti biasanya. Fenomena performa yang “menurun pelan-pelan” ini sering kali dianggap sebagai faktor usia perangkat, namun riset terbaru menunjukkan adanya beberapa penyebab teknis yang sering kali luput dari perhatian pemilik HP.
Penyebab utama yang sering diabaikan adalah penumpukan data cache dari aplikasi yang jarang dibersihkan. Setiap kali membuka media sosial atau peramban, sistem menyimpan data sementara untuk mempercepat akses berikutnya. Namun, jika dibiarkan berbulan-bulan, data ini justru membebani memori internal dan memaksa prosesor bekerja lebih keras untuk memilah informasi.
Selain itu, banyaknya aplikasi yang berjalan di latar belakang (background apps) menjadi beban bagi RAM. Banyak aplikasi modern dirancang untuk tetap aktif guna mengirimkan notifikasi secara real-time. Tanpa disadari, puluhan proses kecil ini berjalan bersamaan, menguras daya baterai dan menyebabkan suhu perangkat naik tipis, yang memicu sistem untuk menurunkan kecepatan prosesor demi menjaga kestabilan (thermal throttling).
Faktor lain yang jarang disadari adalah degradasi pada memori flash (penyimpanan internal). Seiring seringnya aktivitas tulis-hapus data, kecepatan baca memori bisa menurun. Hal ini diperparah dengan pembaruan sistem operasi atau aplikasi yang semakin berat secara ukuran dan kebutuhan sistem, namun dipaksakan berjalan pada perangkat dengan spesifikasi lama.
Untuk menjaga performa tetap stabil, para ahli menyarankan pembersihan data secara berkala, melakukan restart minimal seminggu sekali, serta meninjau ulang aplikasi mana saja yang benar-benar perlu memberikan notifikasi otomatis. Dengan pengelolaan yang tepat, masa pakai performa maksimal sebuah perangkat dapat diperpanjang tanpa harus terburu-buru melakukan pergantian unit baru.








