Y2F.Media — Rangkaian Gathering Nasional (Gathnas) Turun Tangan 2025 kembali menghadirkan agenda lapangan yang menyentuh. Kamis kemarin (20/11/2025), para peserta melakukan kunjungan ke Sekolah Master di Depok. Kunjungan ini menyisakan renungan yang mendalam bagi para peserta, membuktikan bahwa pendidikan yang paling bermakna seringkali hadir di tengah kesederhanaan.
Pendidikan yang Menerima, Bukan Menghakimi
Sekolah Master, yang dikenal sebagai lembaga pendidikan untuk anak-anak marjinal, jauh dari kesan mewah fasilitas modern. Namun, justru di sanalah terlihat bagaimana setiap sudutnya bekerja menjaga mimpi anak-anak tetap hidup. Para relawan menyaksikan bahwa di Sekolah Master, tidak ada hiruk-pikuk fasilitas, tetapi ada ketulusan dan ruang yang membuat mereka merasa aman.
Para siswa di sana merasa bebas untuk bertanya, mencoba, dan dipercaya. Pengalaman ini memberikan pelajaran penting: pendidikan kadang justru paling bermakna ketika hadir sebagai tempat yang menerima, bukan menghakimi. Sekolah Master menjadi bukti bahwa harapan bisa tumbuh subur bahkan dari ruang yang paling sederhana sekalipun.
Pulang dengan Pesan Mendalam: Melihat Manusia Apa Adanya
Kunjungan ke Sekolah Master membuat para peserta pulang dengan perspektif yang berbeda. Mereka diingatkan bahwa tujuan pendidikan adalah memberi keberanian, bukan sekadar memberi pelajaran. Ruang seperti Sekolah Master, yang memungkinkan anak-anak belajar dan dilihat apa adanya, sangat vital dalam membentuk karakter yang jujur dan tangguh.
Momen kunjungan ini menegaskan komitmen TurunTangan untuk terus berpihak pada isu-isu keadilan sosial dan pemerataan pendidikan. Sekolah Master adalah cerminan bahwa integritas dan ketulusan adalah fondasi utama dalam menciptakan perubahan, sebuah pelajaran nyata bagi peserta Gathnas Turun Tangan 2025.








