Inspirasi

Pecah Tangis di SMA Negeri 2 Sidikalang: Talita Mendoza Buktikan Pramuka Jadi ‘Tiket Emas’ Masuk Teknik Geologi

Y2F.Media — Suasana di SMA Negeri 2 Sidikalang seketika berubah haru saat pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) resmi dirilis. Di tengah kerumunan siswa yang berdebar menanti nasib akademik mereka, Talita Mendoza Gitarisca Sianipar menjadi salah satu sosok yang paling emosional. Siswi asal Desa Perjuangan Lae Pinagar Bawah, Kabupaten Dairi ini sempat terjebak dalam rasa pesimis sebelum akhirnya menemukan namanya terpampang di layar berwarna biru.

Sebagai siswa yang tinggal di rumah kost demi menempuh pendidikan di pusat kota, Talita mengaku sempat dilingkupi pikiran negatif. Melihat beberapa rekannya mendapatkan hasil merah (tidak lulus), ia sempat menangis histeris bahkan sebelum berani mengecek hasilnya sendiri. Ketakutan akan kegagalan sempat menutup keyakinannya, mengingat program studi yang ia incar, Teknik Geologi di UPN Veteran Yogyakarta, dikenal memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi secara nasional.

“Saya menunggu sampai pukul 16.00 WIB untuk membuka hasil bersama teman-teman dekat. Di situ saya pasrah, hanya bisa berserah melalui doa Bapa Kami dan Salam Maria,” kenang Talita. Namun, ketegangan itu berakhir dengan sorak sorai kebahagiaan. Begitu sistem menampilkan tulisan “Selamat”, Talita kembali menangis—kali ini karena luapan rasa syukur. Kabar bahagia itu langsung ia sampaikan melalui sambungan telepon kepada orang tua dan keluarganya di kampung halaman yang turut menyambutnya dengan isak tangis bangga.

Keberhasilan Talita menembus Fakultas Teknik tidak lepas dari peran aktifnya di Gerakan Pramuka. Selama masa SMA, ia tidak hanya fokus pada buku pelajaran, tetapi juga mengasah karakter melalui organisasi kepanduan tersebut. Talita mematahkan stigma yang menyebutkan bahwa Pramuka hanya cocok bagi siswa yang ingin mengejar karier sebagai aparat atau “angkatan”. Bagi Talita, Pramuka adalah laboratorium kedisiplinan dan keberanian yang meluaskan cara pandangnya terhadap masalah.

Sertifikat keaktifan dan prestasi di Pramuka yang ia kumpulkan selama tiga tahun terbukti menjadi modal kuat dalam memperkokoh portofolionya di jalur SNBP. Keberhasilannya masuk ke Teknik Geologi (S1) UPN Veteran Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa prestasi non-akademik di Pramuka memiliki nilai tawar tinggi dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Melalui pencapaian ini, Talita memberikan pesan kuat kepada adik-adik kelasnya bahwa organisasi bukan penghalang untuk masuk ke fakultas teknik yang prestisius. Pengalaman berorganisasi justru membentuk mentalitas yang tangguh bagi seorang calon mahasiswa. Talita telah membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras di sekolah, dedikasi di organisasi Pramuka, dan kekuatan doa adalah kunci utama untuk mengubah ketakutan menjadi perayaan kemenangan. Kini, anak kost dari Dairi ini siap melangkah ke Yogyakarta untuk mengejar mimpinya di bidang geologi.


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − three =