Y2F.Media — Di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jakarta, sebuah inisiatif sosial bertajuk Ruang Mimpi Pejuang hadir sebagai oase pendidikan alternatif. Digagas oleh komunitas Turun Tangan Jakarta, program ini difokuskan untuk menyediakan akses belajar dan berbagi bagi anak-anak di berbagai sudut Jakarta yang membutuhkan pendampingan tambahan di luar jalur formal.
Ruang Mimpi Pejuang bukan sekadar kegiatan mengajar biasa. Inisiatif ini berfokus pada penciptaan ekosistem belajar yang hangat dan aman, di mana anak-anak tidak hanya dijejali materi akademik, tetapi juga diajak untuk “membuka jendela dunia” melalui berbagai kegiatan edukatif yang interaktif. Para relawan yang terlibat berusaha menanamkan rasa percaya diri kepada anak-anak agar mereka berani memiliki dan mengejar cita-cita.
Program ini didasari oleh realitas bahwa banyak anak di ibu kota masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan ruang eksplorasi yang suportif. Dengan moto “Buka Jendela Dunia, Ukir Cerita Kita”, komunitas ini memfasilitasi pertemuan antara relawan pemuda dengan anak-anak sebagai upaya kolektif meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Keberlangsungan operasional Ruang Mimpi Pejuang sangat bergantung pada solidaritas publik. Saat ini, panitia tengah membuka kanal donasi melalui berbagai platform untuk menunjang kebutuhan alat peraga edukasi, penyediaan buku, serta fasilitas belajar di lapangan. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui transfer ke rekening BCA atau saldo DANA atas nama Adinda Qonita Luthfiah, atau menghubungi narahubung program melalui Grace (085770809088).
Pendekatan transparan dan berbasis komunitas yang diterapkan oleh Turun Tangan Jakarta memposisikan program ini sebagai jembatan bagi warga yang ingin berkontribusi secara nyata namun memiliki keterbatasan waktu untuk terjun langsung ke lapangan. Setiap dukungan yang masuk dikelola untuk memastikan langkah mimpi anak-anak “pejuang” di Jakarta tetap berjalan selaras dengan semangat pendidikan inklusif.








