Y2F.Media – Rapat Kerja (Raker) komunitas Aksi Bersama resmi dibuka siang ini di Villa Insani Puncak, Jawa Barat. Setelah menempuh perjalanan yang penuh keakraban dari Jakarta, seluruh tim langsung tancap gas memasuki agenda inti yang menentukan arah gerak komunitas untuk satu tahun ke depan.
Sesi pertama yang menjadi sorotan adalah materi Refleksi Organisasi yang dipandu oleh Herry Dharmawan. Berbeda dengan presentasi digital yang kaku, Bang Herry menggunakan media Sticky Notes dan kertas Plano untuk memetakan perjalanan Aksi Bersama sejak diluncurkan oleh Anies Baswedan pada Mei 2025 hingga titik saat ini.
Dalam sesi ini, para peserta diajak melakukan penelusuran kritis terhadap momen-momen penting (milestone) yang telah dilewati, termasuk keberhasilan pembangunan jembatan gantung “Titian Persatuan” di Banten. Tidak hanya bernostalgia, setiap peserta raker diwajibkan memaparkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dari sudut pandang divisi masing-masing.
Diskusi berlangsung dinamis saat lembar kertas Plano mulai dipenuhi catatan kritis mengenai celah-celah program Aksi Bersama dan kedepan bagaimana improve kedepan lebih baik.
Langkah refleksi ini merupakan fondasi sebelum tim memasuki sesi pleno yang akan membedah Program Kerja (Proker) dan indikator keberhasilan (KPI) divisi Fasilitator, Media, Admin, Event, hingga PMO. Pemetaan masalah secara manual pada sesi awal ini bertujuan untuk memastikan bahwa solusi yang ditawarkan tetap bersifat konkret dan nyata, bukan sekadar wacana.
Sesuai pesan pendiri gerakan, Aksi Bersama tetap berada pada jalurnya untuk mengisi kekosongan pembangunan melalui kolaborasi gotong royong. Hasil dari refleksi SWOT ini akan dibawa ke Sidang Paripurna malam nanti pada pukul 20.00 WIB untuk diambil keputusan final. Raker ini mempertegas posisi organisasi sebagai wadah yang menyambungkan niat baik masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan, mengubah tantangan menjadi jembatan akses pendidikan dan ekonomi yang berkelanjutan.








