Y2F.Media , Yogyakarta, 23 Mei 2026 – Sebanyak 68 anak-anak dari berbagai penjuru Kota Yogyakarta memadati Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Gunungketur pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026. Mereka bukan sekadar bermain mereka belajar, berkarya, dan menjelajahi kekayaan budaya Nusantara melalui rangkaian kegiatan Main Bareng Lareplay #5 bertema Petualangan Batik dan Warna Nusantara. Kegiatan ini merupakan seri kelima sekaligus pembuka dari rangkaian besar Main Bareng Lareplay: Seni & Budaya 2026–2027 yang akan berlangsung hingga Januari 2027 mendatang.

Hari yang Penuh Warna Dimulai dengan Jelajah Kampung
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dimana peserta yang antusias memadati meja pendaftaran. Suasana semakin meriah kala sesi ice breaking dibuka oleh MC Kak Mia dan Kak Jordan yang berhasil menghangatkan suasana dan menyatukan semangat peserta. Acara resmi dibuka oleh MC dengan sambutan hangat dari Bapak Andit, Kepala Bidang RTHP Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, yang turut mengayunkan bendera sebagai tanda dimulainya Jelajah Kampung. Dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta ini menjadi bukti nyata bahwa program Lareplay semakin diakui sebagai inisiatif yang bermakna bagi kota.
Sesi Jelajah Kampung menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Anak-anak menyusuri dua pos utama: Pos Pertama membawa mereka ke Sentra Batik Pendhopo Kencono untuk mengenal proses pembuatan batik secara langsung, sementara Pos Kedua mengajak mereka kembali ke RTHP untuk mencoba membuat ecopaint dari bahan-bahan alami. “Kami ingin anak-anak Yogyakarta tumbuh bukan hanya sebagai generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang bangga dan mencintai warisan budayanya sendiri. Dan kami percaya, cara terbaik untuk menanamkan itu adalah lewat bermain dan berkarya langsung.” ungkap Lisa, Project Manager Main Bareng Lareplay #5.

Workshop Mewarnai Ceria Bersama Artclass Cikgu Indonesia dan Dongeng Interaktif Bersama Kak Fauzi
Memasuki sesi workshop bersama Artclass Cikgu Indonesia, 68 anak-anak itu duduk di taman, memegang alat mewarnai, dan perlahan menuangkan imajinasi mereka ke atas kertas yang telah disediakan oleh panitia. Cikgu memberikan penjelasan sederhana tentang teknik mewarnai, lalu anak-anak bebas bereskplorasi.
Sesi ini ditutup dengan momen yang tak terlupakan, setiap anak berdiri memegang karya lukisannya sendiri, berbaris bangga untuk diabadikan kamera. Bukan sekadar foto ini adalah dokumen bahwa pada hari itu, seorang anak kecil berhasil menyelesaikan sebuah karya seni yang nyata.
Kak Fauzi hadir membawa energi berbeda. Dengan gaya mendongeng yang dinamis dan penuh kejutan, anak-anak larut dalam cerita yang mengalir. Tawa, tepuk tangan, dan seruan semangat mengisi udara RTHP Gunungketur. Sesi ini bukan hanya tentang mendengarkan tetapi tentang ikut serta, menebak, dan bermain dalam cerita.
Bazar UMKM Ruang Ekonomi Kreatif di Taman Kota
Tidak hanya menjadi ruang bermain dan belajar, RTHP Gunungketur pada hari itu juga menjelma menjadi ruang ekonomi kreatif. Bazar UMKM yang hadir di sela kegiatan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk berinteraksi langsung dengan peserta dan orang tua yang hadir. Kehadiran bazar ini memperkuat visi Lareplay bahwa taman kota dapat menjadi ekosistem yang hidup, menggerakkan komunitas, dan berdampak ganda bagi masyarakat. Keberhasilan Main Bareng Lareplay #5 tidak terlepas dari dukungan luar biasa para mitra dan sponsor yang mempercayai misi kami: Padepokan ASA, Larestory, Moon Art Studio, Koalakiddie, Kelana Kids, Koma, Artclass Cikgu, dan Ayam Yang. Mereka adalah bukti bahwa perubahan sosial yang nyata lahir dari kolaborasi antara gerakan akar rumput dan mereka yang berani berinvestasi pada generasi masa depan. Penghargaan istimewa juga kami sampaikan kepada Y2F Media selaku media partner yang telah membantu menyebarluaskan pesan dan semangat kegiatan ini kepada publik yang lebih luas.








