Y2F.Media — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali mengintervensi tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya melalui agenda pasar kerja tahunan. Wali Kota Depok secara resmi mengumumkan bakal digelarnya Job Fair 2026, sebuah ajang bursa kerja yang memfasilitasi pertemuan langsung antara pencari kerja lokal dengan puluhan perusahaan penyedia lapangan kerja.
Dalam gelaran kali ini, Pemkot Depok menargetkan ketersediaan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri, mulai dari ritel, jasa, manufaktur, hingga teknologi informasi. Penyelenggaraan Job Fair 2026 ini diposisikan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan serapan tenaga kerja lokal, khususnya bagi para lulusan baru (fresh graduate) maupun tenaga kerja berpengalaman yang berdomisili di Kota Depok dan sekitarnya.
Proses pendaftaran dan verifikasi berkas dirancang menggunakan kombinasi sistem digital untuk mengurangi penumpukan fisik di lokasi acara. Pemkot Depok bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat guna memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi memenuhi standar regulasi ketenagakerjaan, termasuk kejelasan status kerja dan pemberian hak pengupahan sesuai standar yang berlaku.
“Penyelenggaraan bursa kerja ini merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan pasar kerja yang terus bergerak. Fokus utama kami adalah menjembatani kualifikasi pencari kerja lokal agar terserap secara presisi di sektor-sektor industri yang membutuhkan,” ungkap perwakilan panitia penyelenggara saat mendampingi sesi pengumuman resmi di Balai Kota Depok.
Melalui pengumuman Job Fair 2026 ini, Pemkot Depok menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan daerah. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pergerakan roda ekonomi lokal serta memangkas angka pengangguran secara terukur melalui penyediaan akses lapangan kerja yang transparan dan akuntabel.



