DEPOK Fenomena yang sering terjadi di kalangan Penggalang saat ini adalah anggapan bahwa Pramuka hanya tentang lomba. Juara LT, juara pioneering, juara PBB, seakan menjadi satu-satunya tujuan. Padahal, Pramuka jauh lebih luas dari sekadar piala.
Banyak yang rajin latihan hanya saat mau lomba, tapi lupa esensi keterampilan kepramukaan itu sendiri. Padahal keterampilan itulah yang akan terpakai seumur hidup.
Jika Pramuka hanya untuk lomba, maka setelah lomba selesai, ilmunya pun selesai. Namun jika Pramuka dipahami sebagai keterampilan hidup, maka ilmunya akan terus terpakai.
Setidaknya ada 3 keterampilan dasar yang sering dilupakan karena fokus mengejar lomba:
1. Survival Skill, Bukan Sekadar Simpul Cantik.
Pioneering bukan hanya untuk dinilai juri, tapi untuk tau cara membuat tandu darurat saat ada bencana. Menaksir, kompas, dan membaca jejak bukan untuk soal cerdas cermat, tapi agar tidak tersesat dan bisa menolong orang lain.
2. Kepedulian, Bukan Sekadar Baris-Berbaris.
Dasa Darma kedua, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, tidak dilombakan. Tapi justru itu yang dilihat masyarakat. Gotong-royong membersihkan lingkungan, membantu warga, dan bakti sosial adalah wujud nyata Pramuka, bukan hanya variasi formasi PBB.
3. Kemandirian, Bukan Sekadar Regu Terkompak.
Banyak regu kompak saat lomba, tapi bubar saat disuruh masak sendiri di perkemahan atau mengelola uang sanggar. Pramuka mengajarkan bagaimana hidup mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab tanpa disuruh.
Kini saatnya kita bertanya pada diri sendiri. Apakah kita ikut Pramuka untuk membawa pulang piala, atau untuk membawa pulang keterampilan hidup?
Piala bisa berdebu di lemari. Tapi keterampilan kepramukaan akan tetap hidup di dalam diri Anak Pramuka sejati.
Oleh: Muhammad Arkhan Khairul Qalam SMPN 29 Depok
Depok, 17 Oktober 2025








