Y2F.Media — Di tengah kesibukan profesional, sekelompok alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Haromain, Narmada, memilih jalur aksi nyata. Mereka mendirikan sebuah komunitas berbagi yang kini dikenal aktif menebarkan kebahagiaan dan bantuan hingga ke banyak pelosok daerah. Komunitas ini membuktikan bahwa nilai-nilai pesantren, seperti kepedulian sosial, dapat diterjemahkan menjadi gerakan filantropi yang terorganisir.
Komunitas ini digagas oleh para alumni dengan semangat untuk melanjutkan tradisi pengabdian. Berbekal ilmu dan kedisiplinan yang didapat selama di pondok, mereka menggalang dana dan sumber daya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Aksi mereka tidak terbatas pada satu bidang, tetapi mencakup pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan.
Fokus utama komunitas ini adalah menjangkau wilayah pelosok yang seringkali luput dari perhatian publik. Dengan semangat mandiri, mereka menyalurkan bantuan dan mengadakan kegiatan edukatif, membawa harapan langsung dari Narmada ke berbagai desa terpencil. Ini menjadi cerminan bahwa jejaring alumni pesantren memiliki potensi besar sebagai motor penggerak kebaikan sosial.
Aktivitas komunitas alumni Ponpes Nurul Haromain ini juga berfungsi ganda. Selain memberikan bantuan materi, mereka juga membangun jaringan relawan lokal, menginspirasi lebih banyak orang, terutama generasi muda, untuk terlibat dalam kegiatan kerelawanan.
Kehadiran komunitas ini menunjukkan bahwa Ponpes tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga aktivis sosial yang peduli pada kondisi lingkungan sekitar. Mereka berhasil mengubah ilmu yang didapat di bangku pesantren menjadi aksi nyata yang berdampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.








