Y2F.Media — Sebuah pencapaian membanggakan lahir dari SMAN 1 Remboken, Kabupaten Minahasa. Kasih Kairupan, siswi yang dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, resmi dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado. Kasih berhasil mengamankan kursi di Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sejarah, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Keberhasilan ini menjadi momen yang sangat emosional bagi Kasih. Saat melihat layar pengumuman berwarna biru, ia mengaku tidak bisa membendung rasa haru. Baginya, kelulusan ini adalah manifestasi dari “The Power of Prayer” atau kekuatan doa yang dipadukan dengan kerja keras luar biasa selama masa SMA. Di balik layar biru tersebut, tersimpan perjuangan panjang seorang siswi yang harus membuktikan diri di tengah keraguan lingkungan terdekatnya.
Kasih secara terbuka menceritakan bahwa perjalanannya di dunia organisasi, khususnya Pramuka, sempat tidak mendapat restu penuh dari orang tuanya. Ada anggapan bahwa aktif di organisasi hanya akan membuang waktu dan tidak menunjang masa depan akademik di perkuliahan. Namun, Kasih memilih untuk tetap konsisten. Ia memegang jabatan strategis sebagai Wakil Pradana di Dewan Ambalan sekolahnya, serta aktif menjadi pelatih bagi Pramuka tingkat Penggalang.
“Jujur, orang tua kurang mendukung saya ikut Pramuka. Tapi saya belajar mandiri dan kuat justru dari sana. Saya ingin menunjukkan yang terbaik untuk mereka,” ungkap Kasih. Motivasi terbesarnya datang dari sang kakak, seorang anggota TNI yang sedang bertugas di Bandung, yang selalu mendorongnya untuk menjadi pribadi yang lebih hebat dari dirinya sendiri.
Kiprah Kasih tidak berhenti di tingkat sekolah. Ia memperluas wawasan dengan bergabung di Satuan Karya (Saka) Wira Kartika di bawah naungan Kodim 1302 Minahasa dan Saka Bhayangkara Polres Minahasa. Di sana, ia bahkan sempat meraih Juara 3 Lomba Cerdas Tangkas Bhayangkara. Tak hanya itu, dedikasinya pada negara juga ditunjukkan dengan menjadi Purna Paskibraka Kecamatan Remboken selama dua tahun berturut-turut (2023-2024), serta aktif sebagai pengurus OSIS.
Pengalaman berorganisasi yang masif ini ternyata menjadi modal kuat dalam memperkaya portofolio prestasinya. Kasih membuktikan bahwa keterlibatan dalam organisasi fisik dan mental tidak menghambat jalannya menuju PTN impian, melainkan memperkuat karakter tanggung jawab dan manajemen waktu yang baik.
Kisah Kasih Kairupan menjadi pengingat bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi Utara, bahwa tidak ada organisasi yang mengganggu akademik selama siswa mampu mengelola prioritas dengan tepat. Dengan keberhasilannya ini, Kasih telah menjawab keraguan dengan prestasi nyata, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan dan kepemimpinan adalah aset berharga bagi calon mahasiswa di masa depan. Kini, Kasih bersiap melangkah ke kampus UNSRAT dengan mentalitas pemenang yang telah ia asah sejak di bangku sekolah.








