BEKASI, Y2F.Media – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi menggelar Pelatihan Konten Kreator di Gedung Creative Center Kota Bekasi pada Rabu (21/10). Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memenuhi ruangan sejak pagi. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan berlangsung dua hari, 21–22 Oktober 2026.
David Saragih, S.Kom., C.PCC, aktor, kreator, sekaligus trainer, membuka sesi hari pertama dengan materi “Dari Ide Jadi Konten”. Ia mengajak peserta membedah proses produksi konten dari awal sampai akhir: menulis naskah, menyusun cerita, mengambil gambar, lalu mengedit video. Semuanya cukup dengan smartphone.
“Banyak pelaku usaha merasa harus punya kamera mahal dulu baru bisa bikin konten. Padahal yang paling mahal itu ceritanya, dan cerita itu sudah kalian punya. Proses produksi di dapur, pelanggan yang balik lagi, alasan kalian mulai usaha, semua itu bisa jadi konten. Tinggal kita latih cara ngemasnya,” ujar David.
David membawakan materi dengan contoh-contoh dari keseharian usaha peserta. Ia menunjukkan bagaimana satu ide sederhana bisa diolah menjadi video pendek yang orang tonton sampai habis.
Di sesi yang sama, David memperkenalkan Bekasi Creator Project, inisiatif yang menghimpun dan mengembangkan kreator lokal Bekasi. Ia memaparkan visi serta tiga pilar program tersebut, lalu mengajak peserta bergabung dan berkarya bersama.
“Bekasi punya banyak orang kreatif, tapi masih jalan sendiri-sendiri. Lewat Bekasi Creator Project, kami ingin mereka tumbuh bareng, saling dukung, dan membawa cerita Bekasi ke layar yang lebih luas,” kata David.
Masyarakat dapat mengikuti kegiatan Bekasi Creator Project melalui akun Instagram @bekasicreatorproject.official.
Pelatihan berlanjut besok, Kamis (22/10), di lokasi yang sama. Lewat rangkaian pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan ini, Disparbud Kota Bekasi mendorong pelaku ekonomi kreatif agar lebih siap memasarkan usahanya di ranah digital.
Peserta kini membawa pulang bekal yang bisa langsung mereka pakai. Konten pertama bisa mereka mulai hari ini juga, dari dapur produksi, dari etalase toko, atau dari cerita di balik produk mereka sendiri.








