Y2F.Media — Kolaborasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi langkah bersama menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, sekaligus peduli kesehatan mental dan lingkungan.
Riuh semangat anggota Pramuka memadati Pusat Penelitian Pertanian Pedesaan Swadaya Taruna Bhumi di kawasan Padepokan H. M. Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, Selasa, 19 Mei 2026.
Tepukan khas Pramuka menggema bersahut-sahutan saat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Kwarda Jatim menandatangani kerja sama untuk mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman, mulai kesehatan mental hingga kepedulian lingkungan.
Secara khusus Ketua Kwarda Jatim mengucapkan terima kasih atas hadirnya Kak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Kak Prof. dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, Aseam.Eng., rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Kemudian juga Kak Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP, CLTD, IPU. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, kemahasiswaan UNUSA, Kak Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.Og., Subsp.F.E.R., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dalam acara tersebut.
Selain itu acara juga dihadiri Para Pimpinan dan Andalan Daerah Kwarda Jatim, Pimpinan UNUSA, Ketua dan pimpinan Kwartir Cabang (Kwarcab), serta perwakilan anggota pramuka Penegak se-Jatim yang berjumlah 250 orang.
Kolaborasi itu bukan sekadar seremoni. Di tengah meningkatnya tekanan akademik dan sosial yang dihadapi Gen-Z, kedua lembaga sepakat memperkuat pendidikan karakter, pendampingan mental, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi anggota Gerakan Pramuka berprestasi.
Dalam forum itu, persoalan kesehatan mental remaja menjadi salah satu topik utama. Remaja usia 15 hingga 24 tahun dinilai menjadi kelompok yang rentan mengalami kecemasan dan tekanan psikologis pascapandemi Covid 19. Karena itu, pendidikan karakter dan pendampingan mental dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan akademik.
Kak Mohammad Nuh mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter anak muda. Menurutnya, nilai disiplin dan kepemimpinan yang dibangun dalam kepramukaan masih relevan menghadapi tantangan zaman.
“Pramuka adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan. Ketika dipadukan dengan penguasaan sains dan teknologi, kita sedang membangun fondasi generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan dan kesehatan mental, kegiatan itu juga diwarnai aksi penghijauan melalui penyerahan 1.965 bibit pohon produktif kepada perwakilan Kwarcab di wilayah tapal kuda. Program tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kepedulian lingkungan sekaligus mengajak generasi muda aktif menjaga keberlanjutan alam.
Momentum ini bertepatan dengan hari Ulang Tahun Gubernur Jatim Kak Khofifah Indar Parawansa. Usai acara seluruh peserta memberikan doa dan ucapan selamat kepada Bundanya Pramuka Jatim yang terus mendukung perkembangan Gerakan Pramuka Jatim.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menambahkan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Sejumlah program lanjutan telah disiapkan, mulai pengabdian masyarakat, pendidikan kesehatan, hingga pembukaan akses pendidikan tinggi bagi kader-kader Pramuka berprestasi, termasuk beasiswa khusus.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Kak Arum Sabil menyebut hangat sinergi dengan Unusa, karena sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak. Saat ini, Pramuka Jatim memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif yang tersebar di 38 kwartir cabang.
“Kami berharap kolaborasi ini memperkuat program bakti masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan,” katanya.
Menurutnya, jaringan Pramuka hingga tingkat desa menjadi kekuatan besar untuk memperluas edukasi kesehatan mental dan gerakan penghijauan kepada masyarakat.
“Tentu dengan kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas putra-putri penerus bangsa ke depan,” imbuhnya.
Kolaborasi antara Kwarda Jatim dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melalui program “Sehat Mental, Cerdas Berprestasi” adalah jawaban kita atas tantangan besar generasi muda hari ini. Data menunjukkan gangguan kecemasan, tekanan akademik, dan depresi pada remaja meningkat pasca pandemi.
Karena itu, Pramuka Jatim dengan 38 kwartir cabang dan jutaan anggota aktif harus menjadi rumah besar pembentuk karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental. Mental yang sehat akan melahirkan generasi yang percaya diri, tangguh, berani bermimpi besar, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Kak Arum Sabil mengingatkan selain kesehatan mental, pembagian bibit pisang dan kelapa menjadi salah satu fokus utama kegiatan hari ini.
“Selain fokus pada kesehatan mental, kita juga melaksanakan pembagian bibit ketahanan pangan berupa pisang mas kirana dan kelapa pandan wangi kepada kwarcab se-Jatim,” tegasnya.
Menurutnya, ini bukan sekadar pembagian bibit, tetapi gerakan menanam harapan dan menumbuhkan kemandirian dari kwartir hingga gugus depan.
“Pisang mas kirana dan kelapa pandan wangi memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi, sehingga pengembangan keduanya akan mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Kak Arum menegaskan bahwa inilah yang disebut sebagai Pramuka Produktif. Pramuka yang tidak hanya pandai berkemah dan berdiskusi, tetapi juga mampu memberi solusi nyata bagi masyarakat.
“Saya mendorong setiap kwartir dan gugus depan memiliki program produktif, mulai dari menanam, mengelola sampah, membangun energi terbarukan, hingga menjadi pelopor kesehatan mental remaja,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, jika ilmu dari dunia akademik dan karakter dari Pramuka bersatu, maka akan lahir generasi hebat yang sukses untuk dirinya sendiri dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga diisi seminar kesehatan mental bertema Sehat Mental untuk Gen-Z, Kenali, Atasi, Bangkit.
Ratusan siswa kelas 12 dari wilayah tapal kuda turut mengikuti talent scouting, uji coba tes masuk perguruan tinggi, hingga konsultasi jalur prestasi dan beasiswa Fakultas Kedokteran Unusa. (Pusdatin Kwarda Jatim/*)








