BeritaBisnis

KANCA Jadi Mitra Kolaborator SMESCO Indonesia di Program SIAP 2026, 236 UMKM Hadiri Kickoff

JAKARTA, 29 September 2026 — SMESCO Indonesia resmi membuka SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) 2026 di SMESCO Hub lantai 3, Gedung SME Tower, Jakarta Selatan, Selasa (29/9). KANCA (PT Sakinara Dhana Mahira) terlibat sebagai salah satu mitra kolaborator dalam program yang dirancang untuk membantu UMKM naik kelas lewat pendampingan bisnis, digitalisasi, dan perluasan akses pasar.

Minat pelaku usaha terhadap program ini cukup tinggi. Lebih dari 430 UMKM tercatat mendaftar, dan 236 di antaranya datang langsung ke acara kickoff.

Mengusung tema “Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Digital dan Penguatan Kapasitas Bisnis”, SIAP menyasar empat persoalan yang paling sering menahan laju UMKM: jangkauan pasar yang masih terbatas, literasi keuangan, legalitas dan standardisasi yang belum terpenuhi, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI yang belum optimal.

Acara kickoff dibuka dengan sambutan Direktur Utama SMESCO Indonesia, lalu dilanjutkan sesi motivasi bersama Gus Reza dari Nadi Indonesia tentang mentalitas scale-up. Google Gemini Indonesia, melalui William Prabowo, membawakan sesi “UMKM Naik Kelas Bareng Gemini AI”, disusul sesi pendamping bisnis dari Usahaku.ai. Di sesi siang, tim SMESCO menjelaskan tahapan penilaian dan teknis program, kemudian menggelar kurasi produk UMKM peserta.

70% praktik, bukan sekadar teori

SIAP disusun dengan porsi 30% teori dan 70% praktik serta pendampingan. Kurikulumnya terdiri dari lima modul: Mindset Bisnis & Pondasi Legalitas, Financial Literacy & Pembukuan Digital, Branding, Packaging & Foto Produk, Digital Marketing & Optimalisasi AI, serta Access to Market ke ritel modern dan marketplace.

KANCA bersama NeoMall, lini solusi UMKM di bawah KANCA, turut menyiapkan kurikulum dan pendampingan bagi peserta, terutama di sisi pencatatan keuangan berbasis aplikasi, pemasaran digital, dan kanal penjualan.

“Banyak UMKM sebenarnya produknya sudah bagus. Yang sering bikin mentok justru hal di belakang layar: keuangan yang masih dicatat di kepala, legalitas yang belum beres, sampai jualan yang cuma bergantung pada satu platform. Di SIAP, kami ingin peserta pulang bukan hanya bawa materi, tapi bawa sistem yang bisa langsung dipakai besok pagi,” ujar Faiz Naufal, Business Director KANCA.

Menurut Faiz, naik kelas juga berarti berdikari. “UMKM perlu punya kanal penjualan dan data pelanggannya sendiri. Jadi ketika aturan platform berubah, usahanya tidak ikut goyah.”

Dari bootcamp sampai akses pembiayaan

Setelah tahap pendaftaran dan seleksi pada 14–25 September 2026, peserta mengikuti bootcamp intensif tatap muka yang dimulai saat kickoff dan berlanjut pada 8 Oktober 2026. Pendampingan lapangan berupa mentoring dan coaching dijadwalkan pada 12 dan 26 November 2026. Rangkaian ini berujung pada program pasca inkubasi SMESCO pada Maret 2027, yang mencakup akses pasar melalui Expo UMKM, akses pembiayaan, Sapa UMKM, dan e-catalogue.

Program ini terbuka bagi UMKM yang telah beroperasi minimal satu tahun, bergerak di sektor F&B, Home Decor & Craft, Accessories & Beauty, Fashion & Wastra, atau Healthcare & Wellness, serta berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian bootcamp dan pendampingan.

Selain KANCA, SIAP 2026 melibatkan belasan mitra strategis, di antaranya PANDI, Google Gemini Indonesia, GoTo, Majoo, Kalodata, Toco Indonesia, SAVLO, Sanggabiz, London School of Public Relations, dan Nadi Indonesia.


Tentang KANCA
KANCA (PT Sakinara Dhana Mahira) menyediakan ekosistem WhatsApp Business, AI, ERP Odoo, dan integrasi sistem untuk bisnis. Melalui NeoMall, KANCA menghadirkan solusi end-to-end bagi UMKM, mulai dari commerce, pertumbuhan digital, layanan legalitas dan HKI, hingga pendampingan bisnis. Info: kanca.co | neomall.id


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − three =