Berita

Kritik Keras Cania Citta: Ketika Tes Literasi Justru Jadi Ujian Kimia, Masa Depan Siswa Dipertaruhkan

Y2F.Media — Praktik dunia pendidikan Indonesia kembali mendapat sorotan tajam. Cania Citta melalui unggahan video terbarunya melayangkan kritik pedas terhadap sistem ujian yang dinilai “salah kaprah” dan berpotensi merusak standar kualitas pendidikan nasional secara sistematis.

Dalam ulasannya, Cania menyoroti fenomena janggal dalam seleksi masuk universitas. Ia menemukan fakta di mana instrumen yang diklaim sebagai tes literasi justru berisi konten yang sangat teknis, seperti soal-soal kimia. Ketidaksesuaian ini dianggap sebagai bentuk kekeliruan fatal dalam penyusunan evaluasi belajar. Menurutnya, literasi seharusnya menguji kemampuan menalar dan memahami teks, bukan malah menjadi “pintu belakang” untuk menguji mata pelajaran spesifik yang tidak relevan dengan label ujiannya.

Kekacauan orientasi ujian ini disebut memberikan tekanan ganda. Guru terpaksa mengajar demi memenuhi target nilai ujian yang salah arah (teaching to the test), sementara murid kehilangan kesempatan untuk mengembangkan daya kritis yang sebenarnya. Cania menegaskan bahwa jika mekanisme evaluasi tidak segera dibenahi, output pendidikan Indonesia hanya akan menghasilkan lulusan yang mahir menjawab soal tanpa benar-benar memahami substansi literasi. Kritik ini memicu diskusi luas di kalangan praktisi pendidikan mengenai urgensi sinkronisasi antara tujuan kurikulum dan metode seleksi.


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + twenty =