Y2F. Media — Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) bersama jajaran Executive Committee (Exco) dan seluruh Deputi pada 12–13 Februari 2026 di Jakarta. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi ICCN untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus mempertajam arah strategis organisasi guna memastikan dampak nyata bagi ekosistem kota kreatif di Indonesia.
Sinergi Lintas Sektoral dengan Pemerintah
Di sela agenda Ratas, ICCN melakukan langkah strategis melalui audiensi dengan jajaran kabinet. Pada Kamis (12/2), ICCN bertemu dengan Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif, disusul audiensi dengan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kebudayaan RI, pada Jumat (13/2).
Ketua Umum ICCN, T.B. Fiki C. Satari, menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menyinkronkan gerak komunitas dengan kebijakan pemerintah.
“ICCN adalah simpul yang menghubungkan komunitas dan jejaring kabupaten/kota kreatif. Kami ingin memastikan setiap pengurus bergerak dalam satu semangat kolaborasi. Kita tidak hanya menyusun program, tetapi memperkuat tata kelola agar agenda kota kreatif bergerak mandiri, berkelanjutan, dan berdampak,” ujar Fiki Satari.

54 Paket Kerja: Mengacu pada Catha Ekadasa
Dalam rapat tersebut, dipaparkan rencana kerja jangka pendek hingga panjang yang terangkum dalam 54 paket kerja. Portofolio ini terdiri dari program turunan dari instrumen Catha Ekadasa (11 Jurus Kota Kreatif) dan 3 program pendukung (Super Platform ICCN, AJAR dan Management Office UCCN).
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, menekankan pentingnya efisiensi kerja melalui konsep RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed).
“Catha Ekadasa menjadi panduan utama kami dalam melakukan orkestrasi lintas kedeputian. Ada dua format yang kami jalankan: implementasi 11 program inti secara paralel dan penggunaan instrumen tersebut sebagai alat koordinasi antar-deputi,” jelas Vicky.

Transparansi dan Manajemen Berbasis Teknologi
Memasuki bulan kedua kepengurusan, ICCN juga melakukan transformasi digital dalam manajemen organisasi. Sekretaris Eksekutif ICCN, Mario Devys, mengungkapkan bahwa seluruh progres kerja kini dipantau melalui platform Notion.
“Kami menggunakan alat manajemen program yang bisa dimonitor harian oleh seluruh pengurus. Ini memastikan setiap program berjalan sesuai linimasa, terukur, dan akuntabel,” kata Mario.
Komitmen Keberlanjutan
Sebagai penutup, Ketua Umum ICCN mengingatkan bahwa seluruh inisiatif ini harus “mendarat” dengan baik di tingkat lokal. Keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kemegahan program di pusat, tetapi dari sejauh mana jejaring ICCN di daerah merasakan manfaat yang berkelanjutan.
Tentang Indonesia Creative Cities Network (ICCN):
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) adalah jejaring organisasi yang menghubungkan 254 kota/kabupaten kreatif di seluruh Indonesia untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan pembangunan ekonomi berbasis kreativitas yang berkelanjutan.
PJ dan Kerja Sama Media:
• Robby – Direktur Media Komunikasi ICCN – 081329229231
• Website: iccn.or.id
• Media Sosial: @iccnmedia
• Robby – Direktur Media Komunikasi ICCN – 081329229231
• Website: iccn.or.id
• Media Sosial: @iccnmedia







