Hari pertama International Future Scientists Conference (IFSC) 2025 menjadi langkah awal bagi para peserta Deeplomata 2 untuk menunjukkan karya dan semangat inovasi mereka di panggung internasional. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 November 2024 di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, diawali dengan sesi Registration & Exhibition Preparation atau pendaftaran dan persiapan pameran.
Meski baru hari pertama, suasana ruang pamer sudah terasa hidup. Para peserta dari berbagai negara terlihat antusias menata stan, menyiapkan poster ilmiah, hingga mengatur alat peraga dan media presentasi yang akan digunakan selama konferensi. Di antara Muhammad Akbar Kenzie, Shafiq Najwan Mubarak, dan Feral Narotama Zefanya tampak bekerja dengan penuh koordinasi dan semangat. Mereka bukan hanya menyiapkan materi ilmiah, tetapi juga berusaha menampilkan identitas dan budaya Indonesia melalui tata stan yang menarik dan berkarakter.
Kegiatan persiapan ini bukan sekadar teknis menata pameran, tetapi juga menjadi ajang adaptasi awal. Para peserta berinteraksi dengan panitia, mengenal delegasi dari negara lain, serta belajar bagaimana komunikasi dan kerja sama lintas budaya terjadi secara nyata. Setiap langkah kecil, mulai dari memasang banner hingga mengatur detail presentasi, menjadi bagian dari proses belajar yang berharga.
Bagi para Deeplomata, termasuk Kenzie, Shafiq, dan Feral, pengalaman exhibition preparation ini memberikan pelajaran penting tentang profesionalisme, tanggung jawab, dan kerja tim dalam konteks internasional. Semua dilakukan dengan harapan agar pada sesi utama konferensi nanti, mereka dapat tampil maksimal dan memberikan kesan positif bagi peserta lain.
Menutup hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan agenda disperse, memberikan waktu bagi para peserta untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menyambut agenda utama di hari berikutnya. Meskipun baru dimulai, antusiasme dan semangat belajar para Deeplomata telah menjadi bukti nyata bahwa setiap pengalaman di luar negeri adalah ruang untuk tumbuh, beradaptasi, dan memperkuat jati diri sebagai pembelajar global.







