Y2F. Media — Musim mudik 2026 mulai terasa denyutnya. Di hari kedua puncak arus balik, suasana di Stasiun Gambir dan Pasar Senen perlahan dipenuhi gelombang pemudik yang datang silih berganti. Di tengah arus manusia yang membawa koper, kardus, hingga tas ransel besar, sejumlah personel Pramuka dari Kwartir Cabang Jakarta Pusat tampak bergerak aktif membantu para penumpang menavigasi perjalanan mereka.
Selama masa angkutan lebaran yang berlangsung hingga 20 Maret, sejumlah anggota Pramuka dikerahkan di berbagai titik layanan strategis di area stasiun. Mereka terdiri dari Pramuka Penegak, Pandega, hingga anggota dewasa yang bertugas memberikan bantuan informasi, mobilitas, serta dukungan teknis bagi para pemudik.
Aktivitas paling padat terlihat di Stasiun Gambir. Setiap harinya, stasiun ini melayani sekitar 46 perjalanan kereta api selama periode mudik. Intensitas keberangkatan yang tinggi membuat kebutuhan informasi dan bantuan bagi penumpang ikut meningkat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, ada beberapa hal yang paling sering membuat pemudik membutuhkan bantuan. Salah satunya adalah penggunaan mesin cetak tiket mandiri yang masih memerlukan panduan bagi sebagian penumpang. Selain itu, sistem face recognition yang kini menjadi bagian dari proses masuk peron juga masih memerlukan penjelasan, terutama bagi penumpang lansia atau mereka yang jarang bepergian dengan kereta.

Hal lain yang cukup sering terjadi adalah kebingungan menentukan arah peron. Dengan area stasiun yang luas dan padat, tidak sedikit penumpang yang membutuhkan bantuan untuk memastikan jalur keberangkatan mereka.
Di Stasiun Gambir, tim Pramuka yang bertugas dipimpin oleh pembina Dea Siti Shodiqoh, Dede Isnaeni, dan Rizwan Husein dari Satgas Pramuka Peduli. Mereka mengoordinasikan anggota Dewan Kerja Cabang serta perwakilan Dewan Kerja Ranting dari berbagai wilayah Jakarta Pusat untuk memastikan layanan informasi di setiap titik tetap terjaga.
Di tengah padatnya aktivitas mudik, keberadaan para relawan berseragam cokelat ini menjadi pemandangan yang cukup mencolok. Mereka bergerak dari satu titik ke titik lain memberikan arah, membantu membawa barang, hingga memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan bisa mendapatkan layanan dengan cepat.
Bagi sebagian pemudik, bantuan kecil seperti menunjukkan arah peron atau membantu proses tiket bisa membuat perjalanan terasa jauh lebih tenang. Di tengah ritme keberangkatan puluhan kereta setiap hari, peran para relawan ini ikut menjaga agar arus mudik tetap berjalan lebih tertib dan manusiawi.








