Y2F.Media — Puding caramel kembali menyita perhatian linimasa menjelang waktu berbuka puasa tahun ini. Di berbagai platform, video potongan puding yang lumer saat disendok berseliweran, mengundang rasa penasaran warganet yang mencari ide takjil manis namun tetap terlihat “niat” di meja makan keluarga.
Sajian berlapis karamel cokelat keemasan dan puding lembut berwarna pucat ini dengan cepat naik kelas, dari dessert rumahan jadi bintang baru konten kuliner Ramadan.
Di balik tampilannya yang dramatis, puding caramel ternyata berbasis bahan dapur yang sangat akrab di rumah tangga: gula pasir, telur, susu, dan sedikit perasa. Proses pembuatannya pun relatif sederhana, mulai dari memanaskan gula hingga menjadi karamel, lalu menyiramnya dengan campuran susu dan telur sebelum dikukus dan didinginkan.
Sajian Sedap mencatat, hidangan ini membutuhkan waktu persiapan sekitar 15 menit, proses memasak 40 menit, dan pendinginan sekitar 2 jam sampai teksturnya cukup set untuk dipotong, dengan hasil 6–8 potong puding dalam satu resep.
Di momen Ramadan, puding caramel banyak dipilih sebagai takjil karena profil rasanya yang manis legit dengan sedikit sentuhan gurih dari susu dan telur, menghadirkan sensasi lembut dan lumer saat masuk ke mulut. Sajian Sedap menempatkan puding caramel dalam deret dessert kekinian yang mudah dibuat di rumah, sekaligus masih ramah bagi pembaca pemula di dapur.
Dengan estimasi 180–220 kalori per porsi, menu ini menjadi salah satu opsi pencuci mulut yang tengah naik daun di berbagai kanal resep daring, bersanding dengan manisan kolang-kaling, biji salak, hingga aneka puding buah yang juga ramai diburu untuk ide takjil harian.








