Y2F.Media — Rapat Kerja (Raker) Aksi Bersama di Villa Insani Puncak memasuki babak baru dengan paparan dari Tim Event. Setelah tim Media membedah strategi digital, Tim Event maju untuk menjelaskan bagaimana pertemuan fisik dan aktivasi lapangan menjadi “penggaung” pesan yang berlipat ganda bagi gerakan sosial ini.
Event sebagai Media Naratif yang Nyata
Dalam paparannya, Tim Event menekankan bahwa setiap acara yang digelar bukan hanya sekadar seremoni. Terdapat tiga objektif utama yang menjadi kompas mereka: Storytelling, Aktivasi & Konsolidasi, serta Standarisasi. Tim percaya bahwa event adalah ruang partisipasi bersama di mana cerita dari akar rumput tentang dampak jembatan “Titian Persatuan” dapat dirasakan langsung oleh publik.
Keberhasilan aktivasi booth di Turun Tangan Festival dan pendampingan komunitas (Comdev) di Cikembang, Banten, menjadi bukti nyata. Proyek Cikembang kini diposisikan sebagai pilot project atau percontohan standar penyelenggaraan event bagi daerah-daerah lain yang akan menyusul dalam pembangunan jembatan selanjutnya.
Pematangan Sistem: Dari SOP hingga Manajemen Logistik
Sesi refleksi Tim Event mengungkap transformasi internal yang signifikan. Salah satu poin pembelajaran terbesar adalah meningkatnya kesadaran tim terhadap pentingnya Standard Operating Procedure (SOP). Pembagian peran kini dibuat lebih tegas, mulai dari fase pre-event, during event, hingga post-event untuk meminimalisir miskomunikasi di lapangan.
Selain itu, manajemen logistik menjadi perhatian serius. Tim kini menerapkan sistem checklist ketat dan perencanaan pengadaan barang yang lebih awal untuk menghindari kendala teknis pada hari H. Dengan adanya format evaluasi dan testimoni peserta secara rutin, Tim Event berkomitmen pada continuous improvement agar setiap agenda berjalan sesuai timeline dan terarah. Bagi Aksi Bersama, merapikan urusan belakang layar adalah kunci agar pesan gotong royong yang dibawa dapat tersampaikan secara masif dan terstandarisasi di seluruh Indonesia.








