Pendidikan

Hadirkan Harapan Baru, Kwarda Jatim Targetkan Renovasi 1.000 Renovasi Rumah Tidak Layak Huni

Y2F.Media – Ketika banyak orang berbicara tentang kepedulian, Pramuka Produktif Jawa Timur memilih membuktikannya dengan tindakan nyata. Melalui Program Renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi dan Kota/Kabupaten, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, relawan, masyarakat, serta ribuan anggota Pramuka yang bekerja dengan penuh keikhlasan.

Berlangsung selama 7 bulan ke depan sejak Juni hingga Desember 2026, sampai saat ini sudah melibatkan total 3.537 anggota Pramuka dan masyarakat.

Program yang menjadi bagian dari Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun masa depan keluarga Indonesia.

Sembari memupuk semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian yang menjadi jati diri Gerakan Pramuka. Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Kak Sri Untari Bisowarno memberi dukungan serta apresiasi terhadap kegiatan Pramuka yang sangat produktif ini.

Hal itu disampaikan Kak Sri Untari Bisowarno saat meninjau langsung rumah di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Turut mendampingi Kak Arumi Bachsin Emil Dardak selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Jawa Timur, serta Wali Kota Malang Kak Wahyu Hidayat, bersama jajaran Kwarda Jatim lainnya.

Rumah yang dikunjungi merupakan milik Kak Adhi Darma Sisworo, seorang pembina Pramuka yang selama bertahun-tahun tinggal bersama keluarganya di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Sebagian besar dinding rumah hanya ditutup menggunakan banner dan kain seadanya. Lantai masih berupa tanah, sementara ruang tamu, dapur, dan kamar mandi menjadi tempat tidur seluruh anggota keluarga tanpa sekat yang layak.

“Untuk ruangan, kami hanya terbagi menjadi dua bagian. Ruang tidur utama sekaligus tempat menyimpan lemari pakaian digunakan untuk seluruh anggota keluarga, sementara tempat tidur anak-anak menyatu dengan dapur dan kamar mandi tanpa sekat yang memadai,” tutur Kak Adhi dengan mata berkaca-kaca.

Kini, berkat tangan-tangan gotong royong para anggota Pramuka, relawan, dan masyarakat, rumah tersebut berubah menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan layak ditempati.

“Program Renovasi 1.000 RTLH merupakan contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar bangsa. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur telah membuktikan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya membina karakter generasi muda, tetapi juga hadir memberikan solusi bagi persoalan sosial masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, program seperti ini layak menjadi inspirasi nasional karena menghadirkan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Jawa Timur, Kak Arumi Bachsin Emil Dardak, turut memberikan penghargaan kepada seluruh anggota Pramuka yang bekerja tanpa mengenal lelah.

“Semoga gerakan kemanusiaan seperti ini terus berkembang di berbagai daerah. Apa yang dilakukan Kwarda Pramuka Jawa Timur menjadi inspirasi bahwa kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan harapan baru bagi banyak keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya tempat membentuk karakter generasi muda, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal senada disampaikan Wali Kota Malang Kak Wahyu Hidayat. Menurutnya, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan lahir dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia berharap sinergi tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi gerakan sosial yang dipelopori Pramuka Produktif. Program Renovasi 1.000 RTLH menjadi bukti bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah, legislatif, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat bergandengan tangan,” ungkapnya.

Program Renovasi 1.000 RTLH menjadi salah satu ikon gerakan Pramuka Produktif Jawa Timur. Program ini membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui kata-kata, tetapi melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: memiliki rumah yang layak untuk dihuni.

Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, gerakan ini membangun optimisme, menghidupkan kembali semangat gotong royong, dan menegaskan bahwa kepedulian adalah kekuatan terbesar bangsa.

Setiap rumah yang berdiri kokoh adalah simbol hadirnya harapan baru. Setiap keluarga yang tersenyum adalah bukti bahwa semangat Pramuka terus hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pramuka Produktif telah membuktikan bahwa pengabdian bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang mengubah kehidupan. **


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =