Jakarta – Perhelatan Indonesia Fashion Week yang diselenggarakan pada tanggal 29-2 Agustus 2026 yang berlokasi di JCC Senayan turut mengenalkan berbagai karya milik anak bangsa. Pada hari ke-4 perhelatan ini tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2026, berbagai desainer menampilkan karya terbaik mereka yang merupakan haute-couture. Indonesia Fashion Week kali ini bertemakan Ulos Simetria yang mengangkat keunikan kain Ulos khas Sumatera Utara ke panggung nasional. Tema kali ini bukan hanya mengusung keindahan kain nusantara tetapi juga membawa makna keseimbangan, perubahan, serta keteraturan. Kekuatan simbol dan karya tinggi milik berbagai desainer menjadi kunci utama dalam megahnya perayaan Indonesia Fashion Week kali ini. Berbagai desainer turut menghadirkan kolaborasi besar dan hadir meramaikan acara ini termasuk Dana, Khayae Elok Re Napio & Silvia, Bank Indonesia X Febry Ferry Fabry (ASMARA), Kebaya Adhikari by Kukuh Hariyawan, Bagus Surya Pangestu, Xaverana, Rianty Batik X ADITH, hingga BTN Presents Momen By Batik Trusmi.
Kemegahan yang berlangsung pada hari ke-4 ini dibuka dengan karya milik Dana yang mengusung gaya kontemporer untuk busana pria. Dengan menampilkan tema urban street wear, Dana menampilkan 9 karya miliknya di atas runway. Penampilan berikutnya merupakan karya milik Khayae, Elok Re Napio & Silvia, yang mengusung perpaduan antara Payet Sabit Jadul dan Velvet serta turut menggandeng lansia. Total 11 busana yang ditampilkan dalam runway kali ini. Kemudian karya yang turut mencuri perhatian yaitu Kebaya Adhikari by Kukuh Hariyawan yang mengangkat karya dari identitas bundhengan, kebaya, dan gajah sebagi tiga unsur berbeda dengan tujuan yang sama yaitu lestari. Total ada 19 karya yang ditampilkan pada runway kali ini.
Berikutnya, desainer Bagus Surya Pangestu membawa total 11 karya dalam runway kali ini dengan batik khas kontemporer pria. Batik yang mengusung premium contemporary style ini menjadi estetika bagi fashion modern pria. Kemudian yang turut mencuri perhatian adalah gaya luxury contemporary oleh Xaverana. Dengan total 11 karya, penampilan runway kali ini juga turut menampilkan konsep nusantara yang dibalut dengan koreografi khas.
Kolaborasi yang memukau
Kehadiran berbagai desainer dan kolaborasi yang sangat memukau seperti Bank Indonesia X Febry Ferry Fabry menghadirkan busana ready-to-wear kontemporer. Dengan tema “Asmara” yang membawa perpaduan antara kain tenun khas lokal dengan gaya dan sentuhan modern, feminin, serta romantis. Selain itu, kolaborasi antara BTN dan Batik Trusmi juga membawa karya dengan tajuk “Momen” serta “The Scent of Grace” yang membawa keunikan dan keindahan kain tenun lokal seperti motif tenun Sengkang dan tenun Lagosi. Keunikan ini menjadi penguat dan pengingat akan keindahan wastra nusantara dan sebagai karya besar anak bangsa.
Unjuk Karya Anak Bangsa
Berbagai nama besar juga turut meramaikan Indonesia Fashion Week seperti model sekaligus artis Rio Dewanto yang turut ambil bagian di runway yang menampilkan karya milik Rianty Batik X ADITH. Karya ini menjadi kesempatan bagi berbagai kalangan selain para model dan desainer juga para penyandang disabilitas untuk ikut unjuk gaya di panggung kali ini. Karya nusantara yang ditampilkan bukan hanya menunjukkan keanekaragaman tetapi juga menjadi ajang unjuk karya seluruh desainer nusantara dalam menunjukkan kepada dunia internasional soal kekayaan wastra nusantara. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi ajang bagi karya bangsa untuk tampil terutama di panggung nasional.
Penulis: Tayib
Editor: Y2F.Media








