Berita

Spektrum Tanpa Batas di BTN Indonesia Fashion Week 2026: Saat Tradisi Bertemu Sentuhan Futuristik

Hari ketiga penyelenggaraannya pada Jumat (31/7), panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) menghadirkan dinamika visual yang sangat kaya dan inklusif. Mengusung tema besar “Ulos Simetria”, peragaan busana sepanjang hari ke-3 tidak hanya merayakan keagungan kain tradisional Sumatera Utara, tetapi juga membuktikan bagaimana wastra lokal mampu bertransformasi menjadi busana anak bergaya avant-garde, kemewahan modest, hingga setelan power suit yang tajam dan kontemporer.

Lini Kids Fashion: Dari Negeri Dongeng Hingga Sentuhan Futuristik

Panggung runway hari ketiga dibuka dengan kejutan manis namun berani dari deretan koleksi busana anak. Jenama Basundhari Hardy membawa penonton menyusuri nuansa dongeng lewat koleksi bertema nature. Memadukan warna hijau daun dan putih, gaun-gaun berornamen bunga dengan aksen sayap transparan tampak anggun dibawakan oleh para model cilik.
Suasana panggung berubah drastis saat koleksi anak berkonsep sci-fi dan avant-garde mengambil alih runway. Dibalut warna merah menyala serta perak metalik (metallic silver), rancangan berstruktur ini memadukan potongan futuristik dengan kacamata sci-fi dan hiasan kepala (headpiece) yang unik. Final walk sang desainer bersama jajaran model cilik ini berhasil menyuntikkan energi segar dan antusiasme tinggi dari para penonton.

Pesona Batik Jombang dan Keagungan Modest Fashion

Sesi berikutnya membawa apresiasi mendalam pada kriya daerah melalui kolaborasi Lia Afif x Dekranasda Kabupaten Jombang. Mengangkat corak Batik Jombang, panggung dihiasi oleh deretan busana pria dan wanita bertema Modern Ethnic. Mulai dari blazer asimetris paduan batik untuk pria hingga modest dress dan tunik bernuansa biru indigo yang anggun.
Sisi modest fashion kian beragam lewat kehadiran House of Syaira yang memukau penonton lewat parade busana serban-putih dan off-white. Menerapkan teknik layering, brokat halus, serta payet berkilau, koleksi ini memancarkan keanggunan yang suci. Sementara itu, kolaborasi Indah Darry x Lutsaf menghadirkan gaun emas berbalut cape putih dengan hiasan kepala rantai emas juntai yang dramatis, disempurnakan oleh koleksi ready-to-wear kasual earth-tone dari Nobby x Biyantie.

Reinterpretasi Ulos: Ketegasan Power Suit ZAHRA by Khayra

Puncak eksplorasi tema “Ulos Simetria” di hari ketiga terpancar kuat dari peragaan busana ZAHRA by Khayra (ZAN by.koyko). Menggebrak pakem konvensional, kain Ulos disulap menjadi deretan high-fashion tailored suit yang berani dan penuh karakter.
Dengan palet warna cokelat tembaga, terracotta, merah bata, dan putih bersih, koleksi ini menampilkan eksplorasi siluet yang tajam: cropped blazer berpotongan bahu lebar (broad shoulder), kerah lancip tinggi (statement collar), hingga celana kulot bervolume. Aksesori seperti dasi perak berhias payet, sarung tangan kulit, hingga mini power suit untuk model cilik mempertegas bahwa tenun Ulos sangat fleksibel untuk gaya busana urban yang androgynous dan berkelas.

Potret Kedewasaan Mode Indonesia

Rangkaian pertunjukan di hari ketiga IFW 2026 menegaskan kembali posisi wastra Nusantara dalam peta mode modern. Kain tradisional tak lagi terkunci dalam sekat-sekat seremonial yang kaku, melainkan menjadi fondasi kreatif yang hidup–mulai dari imajinasi busana anak, kepraktisan busana perkotaan, hingga karya high-fashion bertaraf internasional.

Penulis: Dwitisya
Editor: Y2F.Media


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − nine =