JAKARTA, Oktober 2026 — Yayasan Ruang Muda Vorizma resmi menginisiasi program Vorizma Health sebagai langkah strategis untuk memberdayakan pemuda agar menjadi penggerak deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) berbasis komunitas. Program ini diikuti oleh 36 peserta terpilih dari total 60 pendaftar yang berasal dari 11 universitas.
Rangkaian kegiatan Vorizma Health dirancang secara komprehensif, meliputi seminar, workshop, pengabdian kepada masyarakat, serta Rencana Tindak Lanjut berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi 500 warga yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober hingga November 2026.
Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta melalui kegiatan Pembinaan Aktivitas Pemuda Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, serta Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk menjembatani inisiatif kepemudaan dengan sektor kesehatan, sehingga kapasitas relawan meningkat dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Dalam sesi pembukaan, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, S.STP., M.AP., hadir sebagai keynote speaker. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi kiprah Vorizma yang telah diamatinya secara langsung di lingkungan kewilayahan. “Saya sudah beberapa kali melihat secara langsung kegiatan Vorizma, baik di luar maupun di wilayah. Vorizma ternyata memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan kewilayahan. Saya berharap Vorizma dapat terus berkembang, semakin maju, dan memperluas kontribusinya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ungkap Raditian.
Sesi inti kegiatan juga menghadirkan para narasumber ahli di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, yaitu Ns. Agus Susilawati, M.Kep., Sp.Kep., MB (Dosen STIKES RSPAD Gatot Soebroto) dan Febriana Sekar Wijayanti, SKM (Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat). Materi yang disampaikan berfokus pada promosi kesehatan, peningkatan pengetahuan publik, serta urgensi deteksi dini PTM. Melalui seminar dan workshop ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai peran pemuda dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka. Founder Vorizma Health, Marsya Harya Diputri, menyampaikan visinya agar program ini dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang mempertemukan pemuda, komunitas, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami berharap ke depannya Vorizma Health dapat berkolaborasi dalam berbagai program kesehatan di wilayah Jabodetabek, khususnya dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular. Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai penggerak perubahan,” ujar Marsya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Ruang Muda Vorizma, Muhammad Rizky, menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan buah dari kerja sama berbagai pihak. Ia turut memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Pelaksana Rosma Khamala Putri beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan program dengan matang.“Program ini dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Semoga Vorizma Health menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak gerakan kepemudaan yang berdampak dan berkelanjutan di bidang kesehatan,” tegas Rizky.
Melalui Vorizma Health, Yayasan Ruang Muda Vorizma berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif pemberdayaan pemuda yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif generasi muda di tingkat komunitas, program ini diharapkan mampu memperkuat literasi kesehatan serta mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sadar kesehatan, dan berdaya.
Tentang Yayasan Ruang Muda Vorizma:
Yayasan Ruang Muda Vorizma adalah wadah pengembangan potensi kepemudaan yang berfokus pada aksi nyata, pemberdayaan komunitas, serta peningkatan kontribusi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan sosial kemasyarakatan.









