Yogyakarta, 25 Juli 2026 – Sebanyak 62 anak-anak dari berbagai penjuru Kota Yogyakarta memadati Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Taman Brontokusuman pada Sabtu pagi, 25 Juli 2026. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk bermain, melainkan untuk belajar dan menjelajahi kekayaan budaya Nusantara melalui rangkaian kegiatan Main Bareng Lareplay #6 yang bertemakan Jejak Tari dan Lakon Cilik Nusantara. Kegiatan ini merupakan seri keenam dari program berkelanjutan Main Bareng Lareplay: Seni & Budaya 2026–2027. Program ini dirancang untuk memperkenalkan ragam seni tradisi dan ekspresi kebudayaan Indonesia kepada generasi muda di berbagai ruang publik, yang dijadwalkan terus berlangsung hingga Januari 2027 mendatang.
Langkah dan gerak cilik dimulai dengan jelajah kampung
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB saat para peserta dengan antusias memadati meja pendaftaran. Suasana semakin meriah ketika MC Kak Mia dan Kak Imam membuka acara, berhasil menghangatkan suasana serta menyatukan semangat peserta lewat sesi senam semut. Acara resmi dibuka oleh MC melalui sambutan hangat dari Bapak Hanafi, perwakilan dari Kalurahan Brontokusuman, yang turut mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya sesi Jelajah Kampung.
Sesi Jelajah Kampung menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Anak-anak menyusuri jalanan perkampungan sembari mengamati lingkungan sekitar. Berbekal lembar kerja (worksheet), para peserta diajak menjadi “penjelajah cilik” yang cermat dengan mengamati dan menemukan berbagai hal di sekitar mereka, seperti jenis bunga, hewan, convex mirror (cermin cembung jalan), dan objek menarik lainnya.
“Melalui tema ‘Jejak Tari dan Lakon Cilik Nusantara’, kami ingin mengenalkan seni tradisi sekaligus melatih keberanian ekspresi anak-anak. Seni tari hadir untuk mendekatkan mereka pada akar budaya lokal, sementara seni peran menjadi sarana yang menyenangkan untuk belajar mengolah gerak tubuh dan menyampaikan cerita,” ungkap Aisyah, Project Manager Main Bareng Lareplay #6.
Workshop Menari Tari Nusantara bersama kak Lintang dan Pantomim Interaktif bersama Jaran Abang
Memasuki sesi workshop bersama Kak Lintang, sebanyak 62 anak diajak untuk mempelajari teknik menari tradisi Nusantara satu per satu. Para peserta cilik diajarkan secara bertahap cara memperagakan gerakan tangan yang selaras dengan langkah kaki, hingga melatih keharmonisan olah gerak tubuh mereka. Sesi ini ditutup dengan momen yang berkesan, di mana seluruh anak mempraktikkan secara utuh rangkaian tarian yang telah dipelajari dari awal hingga akhir di hadapan kamera sebagai bukti semangat pelestarian budaya.
Keseruan berlanjut saat Komunitas Jaran Abang mengambil alih panggung untuk sesi seni peran pantomim interaktif. Lewat olah tubuh yang ekspresif, mimik wajah yang kaya rasa, serta aksi tanpa kata yang penuh kejutan, anak-anak diajak larut ke dalam alur cerita. Tawa, tepuk tangan, dan seruan antusias memenuhi RTHP Taman Brontokusuman. Sesi ini bukan sekadar pertunjukan searah, melainkan ruang imajinasi di mana anak-anak diajak aktif bergerak, menebak alur cerita, dan berani berekspresi secara bebas.
Bazar UMKM dan Kolaborasi Ekosistem Kreatif di Taman Kota
Tidak hanya menjadi ruang bermain dan belajar, RTHP Taman Brontokusuman pada hari itu juga menjelma sebagai ruang ekonomi kreatif. Kehadiran Bazar UMKM di sela-sela kegiatan memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk berinteraksi langsung dengan peserta maupun orang tua yang hadir. Sinergi ini memperkuat visi Lareplay bahwa taman kota dapat tumbuh menjadi ekosistem yang hidup, mampu menggerakkan komunitas, serta memberi dampak ganda bagi masyarakat.
Keberhasilan Main Bareng Lareplay #6 tidak terlepas dari dukungan luar biasa para mitra, sponsor, dan kolaborator yang meyakini misi ini, di antaranya Padepokan ASA, Koalakiddie, Gembira Loka Zoo, Just Need Idea, Jaran Abang, Moon Art Studio, Kak Lintang Dolorosa, dan Larestory. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa dampak sosial yang positif dapat lahir dari kerja sama antara gerakan akar rumput dan mitra yang peduli pada masa depan anak-anak. Penghargaan istimewa juga disampaikan kepada Y2F Media selaku media partner yang telah membantu menyebarluaskan semangat kegiatan ini kepada masyarakat luas.








