Y2F. Media — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026, Sahabat Menuju Jannah berkolaborasi dengan Ruang Temenin menghadirkan kajian Tarhib Ramadhan bertajuk From Heart to Jannah pada hari Minggu, 15 Februari 2026 di Toeti Rooseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang persiapan spiritual bagi para muslimah bukan hanya untuk memahami Ramadhan secara ritual, tetapi juga untuk menata kembali hati, niat, dan kesadaran diri sebelum memasuki bulan penuh keberkahan.
Kajian ini mendapat dukungan dari berbagai mitra yang memiliki visi serupa dalam mendorong kebaikan dan kesejahteraan umat, seperti Bank Jakarta Syariah, Wardah, Hikmat dan Dompet Dhuafa, serta didukung oleh media partner Narasi, Y2F Media, dan Women Festive. Sinergi ini memperkuat pesan bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya bersifat personal, tetapi juga kolektif dibangun melalui kolaborasi lintas komunitas dan institusi.

Pada Sesi Pertama, peserta diajak memasuki tema “Wanita Cahaya Ramadhan” yang disampaikan oleh Ustadzah Aisyah Farid Binti Syekh Abu Bakar. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, penenang keluarga, dan penumbuh kebaikan di lingkungan sekitar. Ramadhan, menurut beliau, adalah momentum bagi perempuan untuk kembali memancarkan cahaya iman melalui sikap, tutur kata, dan konsistensi amal, sekecil apa pun bentuknya.

Sesi ini mengajak peserta merefleksikan ulang makna “cahaya”—bukan sebagai sesuatu yang harus selalu terlihat besar, tetapi sebagai kehadiran yang menenangkan, menuntun, dan menguatkan. Banyak peserta merasakan bahwa pesan yang disampaikan relevan dengan realitas kehidupan perempuan masa kini yang sering kali harus menjalani berbagai peran secara bersamaan.
Memasuki Sesi Kedua, suasana kajian bergeser menjadi lebih reflektif dan personal. Melalui tema “Menata Hati, Untuk Ramadhan yang Ku Nanti”, Ustadzah Qotrunnada Syathiri mengajak peserta untuk berhenti sejenak dan berdialog dengan diri sendiri. Ia menekankan bahwa kualitas ibadah di bulan Ramadhan sangat ditentukan oleh kondisi hati sebelum Ramadhan itu sendiri dimulai.

Dalam sesi ini, peserta diajak menyadari luka batin, kelelahan emosional, dan niat-niat yang mungkin belum tertata dengan baik. Dengan bahasa yang hangat dan membumi, sesi ini menjadi ruang aman bagi para muslimah untuk jujur pada diri sendiri dan memulai Ramadhan dengan hati yang lebih siap, lapang, dan penuh harap.
Kajian From Heart to Jannah pun menjadi lebih dari sekadar agenda tarhib. Ia menjelma sebagai ruang pemulihan spiritual—tempat para perempuan belajar bahwa perjalanan menuju Jannah selalu dimulai dari hati yang dirawat dengan kesadaran dan kasih.








