Berita

AKAN ID Bersiap Laksanakan Ekspedisi Indonesia Emas ke-10, Angkat Isu Psikologi Remaja dan Manajemen Kebencanaan

Yayasan Akselerasi Kompetensi Anak Negeri (AKAN) kembali mempersiapkan pelaksanaan Ekspedisi Indonesia Emas ke-10, sebuah ruang pengabdian dan pembelajaran bagi generasi muda untuk hadir, belajar, serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Memasuki pelaksanaan ke-10, Ekspedisi Indonesia Emas tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengabdian di lapangan, tetapi juga sebagai proses pembentukan kapasitas dan kesiapan para volunteer. Pada edisi kali ini, AKAN mengangkat dua muatan penting, yaitu psikologi remaja dan manajemen kebencanaan.

Kedua isu tersebut dipandang memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan generasi muda dan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki beragam potensi kerawanan bencana.

Membekali Volunteer dengan Pemahaman Psikologi Remaja

Psikologi remaja menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian Ekspedisi Indonesia Emas ke-10. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, ketika individu mengalami berbagai perubahan dalam aspek emosional, sosial, kognitif, maupun identitas diri.

Melalui pembekalan ini, para volunteer diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik ketika berinteraksi dengan remaja dan masyarakat di lokasi pengabdian. Lebih dari sekadar memahami kondisi orang lain, AKAN juga menempatkan kondisi psikologis volunteer sendiri sebagai bagian penting dari kesiapan pengabdian.

Founder Yayasan Akselerasi Kompetensi Anak Negeri, Rahmat Rizky, menyampaikan bahwa kesiapan mental volunteer merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pengabdian.

“Kami memandang keadaan psikologis volunteer juga menjadi perhatian khusus. Pengabdian bukan hanya tentang bagaimana kita hadir dan memberikan manfaat di lokasi, tetapi juga bagaimana setiap volunteer memiliki bekal strategis untuk memahami dirinya sendiri setelah menyelesaikan masa pengabdian.”

Menurutnya, pengalaman berada di tengah masyarakat dengan kondisi dan tantangan yang berbeda dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seorang volunteer. Karena itu, kemampuan untuk mengenali kondisi psikologis diri, mengelola emosi, serta melakukan refleksi setelah kegiatan menjadi bekal penting yang dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Manajemen Kebencanaan: Memahami Risiko untuk Mempersiapkan yang Terbaik

Selain psikologi remaja, manajemen kebencanaan menjadi muatan penting dalam Ekspedisi Indonesia Emas ke-10.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga berbagai bentuk bencana lainnya. Kondisi tersebut membutuhkan masyarakat yang tidak hanya tanggap ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai risiko, kesiapsiagaan, mitigasi, respons, hingga pemulihan.

AKAN ingin menghadirkan pemahaman tersebut kepada para volunteer sebagai bagian dari kesiapan mereka ketika terjun langsung ke masyarakat.

Rahmat Rizky menambahkan:

“Manajemen kebencanaan kami angkat karena kami ingin memberikan pemahaman yang mendalam tentang bencana. Kita tidak pernah tahu kapan keadaan terburuk datang, tetapi kita bisa menyiapkan yang terbaik untuk menghadapinya. Kesiapsiagaan bukan berarti kita berharap bencana terjadi, melainkan memastikan kita memiliki pengetahuan dan kemampuan ketika kondisi tersebut benar-benar terjadi.”

Pembekalan ini diharapkan mampu membangun perspektif volunteer bahwa pengabdian tidak hanya berbicara mengenai program dan aktivitas sosial, tetapi juga mengenai kemampuan membaca kondisi lingkungan, memahami risiko, menjaga keselamatan diri dan masyarakat, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

Pengabdian sebagai Ruang Belajar Generasi Muda

Ekspedisi Indonesia Emas ke-10 menjadi bagian dari upaya AKAN dalam menciptakan ruang belajar yang mempertemukan semangat kepemudaan dengan kebutuhan masyarakat.

Para volunteer akan mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung, berinteraksi dengan masyarakat, membangun kemampuan kolaborasi, serta memahami berbagai persoalan sosial dari perspektif yang lebih dekat dengan realitas di lapangan.

Bagi AKAN, pengabdian bukan sekadar tentang seberapa banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang seberapa banyak kapasitas yang dapat tumbuh dari setiap prosesnya.

Dengan menggabungkan perspektif psikologi remaja dan manajemen kebencanaan, Ekspedisi Indonesia Emas ke-10 diharapkan dapat melahirkan volunteer yang tidak hanya memiliki semangat untuk mengabdi, tetapi juga memiliki kesiapan pengetahuan, mental, dan keterampilan untuk hadir secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Terbuka untuk Volunteer

Ekspedisi Indonesia Emas ke-10 terbuka bagi volunteer yang memiliki semangat belajar, berkontribusi, dan mengambil bagian dalam perjalanan pengabdian bersama Yayasan Akselerasi Kompetensi Anak Negeri.

Bagi kamu yang ingin menjadi bagian dari perjalanan ini, informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui bio AKAN ID.

Mari bersiap. Mari belajar. Mari mengabdi.

Ekspedisi Indonesia Emas ke-10
Menyiapkan generasi yang siap hadir, siap belajar, dan siap menghadapi tantangan negeri.


>> Gabung di Channel WhatsApp 👉 Y2F Media <<
Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 19 =