Ada satu hal yang jarang ingin kita akui tentang media sosial: manusia tidak selalu datang ke sana untuk mencari kebenaran. Sebagian datang untuk mencari pembenaran. Sebagian ingin didengar. Sebagian ingin
rahmat rizky
Jam 2 pagi, kamu masih replay meeting tadi siang: "Tadi gue salah ngomong gak ya? Kenapa dia cuma bales 'oke'? Apa gue bakal di-PHK?" Kita sering dikasih tahu: "Jangan overthinking,
Yayasan Akselerasi Kompetensi Anak Negeri (AKAN) kembali mempersiapkan pelaksanaan Ekspedisi Indonesia Emas ke-10, sebuah ruang pengabdian dan pembelajaran bagi generasi muda untuk hadir, belajar, serta berkontribusi di tengah masyarakat. Memasuki
Tubuh atlet bisa dilatih. Teknik bisa diulang ribuan kali. Strategi pertandingan bisa dipelajari dan disempurnakan. Tetapi ketika pertandingan benar-benar dimulai, ada satu ruang yang tidak terlihat oleh penonton dan sering
Ada perjalanan karier yang dibangun dengan memilih satu jalur dan menekuninya selama bertahun-tahun. Rahmat Rizky justru mengambil jalan yang berbeda. Ia bergerak dari dunia akademik ke organisasi, dari pengembangan kompetensi
Kita sering melihat seorang atlet berdiri di podium, mengangkat trofi, atau merayakan kemenangan. Namun, jarang kita melihat apa yang terjadi di dalam dirinya ketika ribuan orang menaruh harapan agar ia
Di era olahraga modern, hampir tidak ada gerakan atlet yang luput dari pantauan. Dari smartwatch, sensor biomekanika, hingga algoritma Artificial Intelligence (AI), kita bisa melacak detak jantung, kadar asam laktat,
The Psychology of Motivation, Confidence & Performance for Fitness Trainers Opinion, by Rahmat Rizky
Your clients don't quit because of the program. Every trainer knows the message. It lands on a Monday morning, polite and slightly too long: Hey! This week has been crazy,
You gave the company your weekends, your best ideas and, if you are honest, a good chunk of your identity. Then one Tuesday morning there is a calendar invite with
Mengapa di negeri ini, slogan nasionalisme dan cinta tanah air begitu mudah dijadikan senjata untuk membungkam empati publik? Pertanyaan ini rasanya makin relevan ketika kita menyaksikan berondongan program pembangunan berbiaya
Load More











